Ibu Rico Valentino Nangis Sesenggukkan Ratapi Kasus Anaknya: Dia Korban Tapi Ditahan

Istri Putra Siregar Ungkap Fakta Baru soal Pengeroyokan, Wajah Rico Valentino Bonyok

Azarphesha.com – Ibu Rico Valentino, Sonya menangis sesenggukkan saat bercerita mengenai kondisi anaknya usai dikeroyok. Dia bilang Rico Valentino dipukuli banyak orang.

“Anak saya tuh dikeroyok belasan orang pada pagi hari. Subuh-subuh pulang ke rumah dia sudah telanjang,” kata Sonya di akun YouTube Seleb Oncam News yang diunggah pada Selasa (26/4/2022).

“Maksudnya baju sudah nggak ada, sendal nggak ada, handphone sudah nggak ada. Sudah babak belur,” sambungnya lagi.

Apalagi, Rico Valentino mengalami luka-luka yang cukup parah.

Baca Juga:
Maafkan Chandrika Chika, Istri Putra Siregar: Tolong Jangan Melindungi Siapa Pun

Rico Valentino mengalami luka di bagian wajah karena kasus pengeroyokan. [Instagram]

“Luka-lukanya ada di mata, ada di sikut,” tutur Sonya.

Sembari menangis, Sonya meminta keadilan untuk anaknya. Pasalnya meski menjadi korban, Rico Valentino malah harus mendekam di penjara.

Padahal Sonya sudah melaporkan kasus yang menimpa anaknya ke polisi. Sayangnya dia menyebut laporannya seakan tidak diproses.

“Saya mohon, saya cuma minta keadilan. Anak saya dikeroyok banyak orang, tapi anak saya ditahan. Kita buat laporan tapi nggak digubris, saya juga bingung, anak saya cuma satu,” ucap Sonya tersedu-sedu.

Septia Siregar selaku istri Putra Siregar turut menimpali. Dia mengatakan bahwa laporan Rico Valentino sudah didaftarkan lebih dulu ketimbang punya Nuralamsyah.

Baca Juga:
Polisi Benarkan Rico Valentino Korban Penganiayaan, Tapi TKP Beda dengan Kasus Putra Siregar

Hanya saja milik Nuralamsyah sudah diproses lebih dulu dengan menetapkan Rico Valentino dan Putra Siregar sebagai tersangka.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS



#Ibu #Rico #Valentino #Nangis #Sesenggukkan #Ratapi #Kasus #Anaknya #Dia #Korban #Tapi #Ditahan

Sumber : www.suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *